Dari Lahan Pembinaan, Lapas Banyuasin Hasilkan 2,5 Ton Melon Inthanon

sumber : Humas Lapas Banyuasin

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin kembali menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung program ketahanan pangan melalui pelaksanaan Panen Raya Melon Inthanon yang digelar pada Jumat (6/2/2026). Kegiatan panen tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan, Erwedi Supriyatno.

 

Panen raya ini turut dihadiri oleh para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Sumatera Selatan sebagai bentuk sinergi dan komitmen bersama dalam mengoptimalkan program pembinaan kemandirian di bidang pertanian.

 

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pemaparan laporan kegiatan oleh Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin, Tetra Destorie. Dalam laporannya, Tetra menjelaskan bahwa budidaya Melon Inthanon merupakan salah satu implementasi pembinaan kemandirian warga binaan melalui pemanfaatan lahan produktif di dalam lapas, sekaligus mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026.

 

Budidaya melon tersebut dilaksanakan selama kurang lebih 70 hari masa tanam dengan melibatkan lima orang warga binaan yang dibina secara intensif melalui kerja sama dengan Kelompok Petani Melon Banyuasin. Melon ditanam menggunakan 1.012 polibag di atas lahan seluas 10 x 46 meter, dengan hasil panen rata-rata mencapai 2,5 kilogram per buah. Total produksi yang dihasilkan dalam panen raya ini mencapai sekitar 2,5 ton.

 

Selain program budidaya melon, Tetra Destorie juga menyampaikan bahwa Lapas Kelas IIA Banyuasin secara konsisten mengembangkan berbagai program pembinaan kemandirian lainnya, seperti pertukangan barbershop, layanan laundry, budidaya sayur pakcoy dengan hasil panen 201 kilogram, budidaya maggot, perikanan lele, peternakan ayam petelur, konveksi, serta produksi tempe. Program-program tersebut dirancang untuk membekali warga binaan dengan keterampilan kerja yang aplikatif dan berkelanjutan.

 

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Sumatera Selatan, Erwedi Supriyatno, memberikan apresiasi atas upaya dan inovasi yang dilakukan oleh jajaran Lapas Kelas IIA Banyuasin. Ia menilai keberhasilan panen Melon Inthanon ini mencerminkan optimalisasi pembinaan yang tidak hanya berdampak pada warga binaan, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan.

 

Lebih lanjut, Erwedi mendorong seluruh UPT Pemasyarakatan di Sumatera Selatan untuk mengembangkan potensi lahan yang dimiliki agar menjadi sumber produksi yang bernilai ekonomi, baik melalui sektor pertanian, perikanan, maupun peternakan, sejalan dengan arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam Program Aksi Tahun 2026.

 

Melalui panen raya ini, Lapas Kelas IIA Banyuasin menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembinaan yang inovatif dan produktif, sekaligus memperkuat peran pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lapas Kelas IIA Banyuasin

Open chat
1
Butuh Bantuan
Hallo,
Dengan layanan informasi Lapas Banyuasin