
Banyuasin, 14 Agustus 2026 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Penilaian Mutu Hasil Produk, Jumat (14/8/2026). Kegiatan berlangsung di Aula 2 Lapas Kelas IIA Banyuasin mulai pukul 09.00 WIB.
FGD diikuti pejabat struktura dan Pegawai Lapas Kelas IIA Banyuasin serta pemangku kepentingan terkait. Kegiatan dibuka oleh Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin, yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban.
Pembahasan difokuskan pada penyusunan standar penilaian mutu terhadap produk hasil pembinaan kemandirian warga binaan. Materi disampaikan oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banyuasin mengenai standar mutu produk batik, Politeknik Negeri Sriwijaya Kampus Banyuasin mengenai SNI 7783:2013 tentang melon, serta Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Banyuasin.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab untuk menghimpun masukan dari peserta dan narasumber sebagai bahan penyempurnaan SOP penilaian mutu hasil produk.
Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin, Tetra Destorie, melalui Kasi Adm Kamtib Indra Wijaya, menyampaikan bahwa penyusunan SOP diperlukan untuk memberikan standar yang jelas dalam menjaga kualitas produk hasil pembinaan.
“Melalui FGD ini, kami ingin memastikan bahwa produk hasil pembinaan kemandirian warga binaan memiliki standar mutu yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Masukan dari berbagai pihak menjadi penting agar SOP yang disusun dapat diterapkan secara efektif dan mendukung peningkatan kualitas produk,” ujarnya.
Menurutnya, standardisasi mutu juga menjadi bagian dari upaya Lapas dalam memperkuat pembinaan kemandirian agar keterampilan yang diperoleh warga binaan dapat menghasilkan produk yang berkualitas dan memiliki nilai manfaat ketika kembali ke masyarakat.