
Banyuasin, 21 Juli 2026 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin mengikuti kegiatan Temu Kasih dan Dialog Harapan Anak Binaan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 secara virtual melalui Zoom Meeting, Selasa (21/7), bertempat di Aula Lapas Kelas IIA Banyuasin.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini bertujuan memberikan motivasi, perhatian, dan penguatan kepada anak binaan agar terus semangat menjalani proses pembinaan serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan penampilan kolaborasi angklung dan band anak binaan yang membawakan lagu Ayo Ngopi.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Wakil Gubernur Banten A. Dimyati Natakusumah, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, serta Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bingkisan berupa alat tulis dan tempat minum kepada anak binaan secara simbolis.
Kegiatan semakin interaktif melalui sesi dialog antara Kepala Staf Kepresidenan dengan anak binaan dari berbagai Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan, termasuk dialog dengan anak binaan dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Palembang. Acara ditutup dengan foto bersama seluruh peserta dan tamu undangan secara virtual.
Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin, Tetra Destorie, menyampaikan bahwa peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk memberikan perhatian, motivasi, dan harapan kepada anak binaan agar terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.
“Anak binaan memiliki hak yang sama untuk memperoleh pembinaan, pendidikan, dan motivasi demi masa depan yang lebih baik. Melalui kegiatan ini, kami berharap mereka semakin percaya diri, terus mengembangkan potensi diri, dan siap kembali ke masyarakat sebagai generasi yang berkarakter serta bermanfaat,” ujarnya.
Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Banyuasin menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembinaan anak binaan melalui pendekatan yang edukatif, humanis, dan berorientasi pada pemenuhan hak-hak anak sesuai prinsip pemasyarakatan.