
Banyuasin, 13 Juli 2026 – Di sela rangkaian Safari Dakwah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin, Senin (13/7), Habib Ahmad Al Habsyi meninjau langsung program ketahanan pangan melalui Green House Melon Inthanon yang menjadi salah satu program pembinaan kemandirian unggulan di Lapas Banyuasin.
Dalam peninjauan tersebut, Habib Ahmad Al Habsyi menyampaikan apresiasi atas keberhasilan budidaya Melon Inthanon yang dinilai tidak hanya mampu menghasilkan panen berkualitas, tetapi juga menjadi sarana pembinaan keterampilan bagi warga binaan. Menurutnya, program tersebut merupakan contoh nyata pembinaan produktif yang memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus membekali warga binaan dengan kemampuan yang bermanfaat setelah bebas.
Melihat hasil yang telah dicapai, Habib Ahmad Al Habsyi mengaku termotivasi untuk mengembangkan program Green House Melon Inthanon di pondok pesantren yang dipimpinnya. Ia menilai budidaya melon memiliki potensi besar dalam mendukung kemandirian ekonomi pesantren sekaligus menjadi media pembelajaran bagi para santri.
Kepala Lapas Kelas IIA Banyuasin, Tetra Destorie, menyambut baik apresiasi tersebut dan berharap program yang dikembangkan di Lapas dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
“Apresiasi dari Habib Ahmad Al Habsyi menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengembangkan program pembinaan yang produktif. Kami berharap Green House Melon Inthanon tidak hanya memberikan keterampilan bagi warga binaan, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi berbagai lembaga, termasuk pondok pesantren, dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis pertanian,” ujar Tetra.
Program Green House Melon Inthanon merupakan bagian dari implementasi program ketahanan pangan di Lapas Kelas IIA Banyuasin yang berorientasi pada pembinaan kemandirian warga binaan. Selain menghasilkan produk pertanian berkualitas, program ini diharapkan terus memberikan dampak positif bagi masyarakat serta mendukung terwujudnya pembinaan pemasyarakatan yang berkelanjutan.